Di bawah langit cerah Brasil, Kementerian Keuangan menggemparkan publik dengan kebijakan baru yang menekankan keterbukaan. Puluhan ribu dokumen terkait izin taruhan akan dipublikasikan, menandai dimulainya era baru dalam transparansi sektor ini. Portal resmi kementerian akan menayangkan lebih dari 25.000 dokumen terkait lisensi taruhan dengan odds tetap. Pernyataan ini diungkapkan oleh Menteri Dario Durigan bersama Kepala Sekretariat Hadiah dan Taruhan, Daniele Cardoso.
“Tujuan saya, sejalan dengan visi Presiden Lula, adalah untuk mendorong keterbukaan informasi,” ungkap Durigan. “Pemerintahan kami tidak memendam informasi, tetapi berusaha membuatnya dapat diakses oleh masyarakat.” Dalam waktu dekat, seluruh proses yang selesai oleh perusahaan di bawah SPA akan dipublikasikan secara umum. Sebelum publikasi, perlu ada pemrosesan awal untuk melindungi data pribadi dan informasi rahasia. Menurut peraturan perlindungan data yang berlaku, informasi sensitif akan disunting untuk menjaga privasi data pribadi, tanpa mengurangi tingkat transparansi yang diberikan administrasi publik. Langkah ini merupakan kemajuan setelah pemerintah sebelumnya memilih kerahasiaan dengan pembatasan informasi selama seratus tahun.
Peningkatan Pengawasan Menyongsong Piala Dunia
Cardoso menekankan bahwa pengawasan akan diperketat menjelang Piala Dunia FIFA mendatang. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk diskusi dengan jaksa, lembaga perlindungan konsumen, dan pihak lain dalam Sistem Perlindungan Konsumen Nasional. Langkah ini bertujuan agar peraturan iklan sesuai dengan Undang-Undang No. 14.790/2023 dan regulasi sektor taruhan dipatuhi, seperti halnya aturan ketat judi daring yang baru diperkenalkan di Austria.
“Kami mengintensifkan pengawasan selama masa kompetisi,” ujar Cardoso. “Agen yang diatur telah diberi pengarahan untuk mengikuti aturan permainan yang bertanggung jawab sesuai undang-undang, dan kami akan meningkatkan pemantauan kampanye.” Pada 16 Juni, Seminar Permainan Bertanggung Jawab pertama akan diadakan untuk mendukung inisiatif ini.